Pengertian dan Fungsi Media Pembelajaran
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong
upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam
proses belajar mengajar. Para guru dituntut agar mampu menggunakan
alat-alat yang disediakan oleh sekolah, dan tidak menutup
kemungkinan bahwa alat-alat tersebut selalu berkembang sesuai dengan
tuntutan zaman. Selain mampu menggunakan alat-alat yang tersedia, guru juga dituntut
untuk dapat mengembangkan keterampilan membuat media pembelajaran yang
akan digunakannya apabila media tersebut belum tersedia.
Istilah media berasal dari bahasa
Latin yang merupakan bentuk jamak dari "medium" yang secara harfiah
berarti perantara atau pengantar. Makna umumnya adalah segala sesuatu
yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada penerima
informasi. Istilah media ini sangat populer dalam bidang komunikasi.
Proses belajar mengajar pada dasamya juga merupakan proses komunikasi,
sehingga media yang digunakan dalam pembelajaran disebut media
pembelajaran.
Association
for Educational Communications and Technology (AECT) mengatakan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang
digunakan orang untuk menyalurkan pesan.
Levie dan Lentz (1982) mengemukakan
empat fungsi media pembelajaran, khususnya media visual, yaitu (a) fungsi
atensi, (b) fungsi afektif, (c) fungsi kognitif, (d) fungsi kompensatoris.
Berikut ini dijelaskan satu per satu secara rinci.
Fungsi atensi media visual
merupakan inti, yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk
berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang
ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran. Sering kali pada awal
pelajaran, siswa tidak tertarik dengan materi pelajaran atau materi pelajaran
itu merupakan salah satu pelajaran yang tidak disenangi oleh mereka sehingga
mereka tidak memperhatikan.
Fungsi afektif media visual dapat
terlihat dari tingkat kenikmatan siswa ketika belajar (atau membaca) teks yang
bergambar. Gambar atau lambang visual dapat menggugah emosi dan sikap siswa,
misalnya informasi yang menyangkut masalah sosial atau ras.
Fungsi kognitif media visual
terlihat dari temuan-temuan penelitian yang mengungkapkan bahwa lambang visual
atau gambar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat
informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar.
Fungsi kompensatoris media
pembelajaran terlihat dari hasil penelitian bahwa media visual yang memberikan
konteks untuk memahami teks membantu siswa yang lemah dalam membaca untuk
mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya kembali. Dengan kata
lain, media pembelajaran berfungsi untuk mengakomodasi siswa yang lemah dan
lambat menerima serta memahami isi pelajaran yang disajikan dengan teks atau
disajikan secara verbal.
Menurut Kemp dan Dayton (1985: 28), media pembelajaran
dapat memenuhi tiga fungsi utama apabila media itu digunakan untuk perorangan,
kelompok, atau kelompok yang besar jumlahnya, yaitu dalam hal (1) memotivasi
minat atau tindakan, (2) menyajikan informasi, dan (3) memberi instruksi. Untuk
memenuhi fungsi motivasi, media pembelajaran dapat direalisasikan dengan
teknik drama atau hiburan. Sedangkan untuk tujuan informasi, media pembeljaran
dapat digunakan dalam rangka penyajian informasi di hadapan sekelompok siswa.
Isi dan bentuk penyajian bersiffat sangat umum, berfungsi sebagai pengantar,
ringkasan laporan, atau pengetahuan latar belakang.
Sumber: Kustandi, Cecep., dan Bambang Sutjipto. 2016. Media Pembelajaran Manual dan Digital. Bogor: Ghalia Indonesia

